Pilih (Anjing) yang Mana?

Posted in Maki-Maki on September 6, 2007 by blankers

Dalam kondisi seperti ini anjing penyalak liar pun akhirnya harus mulai belajar kapan saatnya untuk menggonggong, kapan menggeram, dan kapan harus diam. Benar-benar keadaan yang menyulitkan bagi anjing penyalak liar, karena sudah terbiasa menyalak setiap saat kapan pun dia mau. 

Pada masa dinasti Orde Baru siapa yang tidak mengenal istilah ABS. Iya betul, ABS adalah kependekan dari Asal Bapak Senang. Pada masa itu banyak sekali ‘anjing-anjing’ yang pandai menjilat. Umumnya mereka mempunyai ciri-ciri lidah yang panjang dan lebar. Dan, pada masa itu memang banyak ‘tuan’ yang suka dijilat. Bahkan mereka tidak sungkan terang-terangan meminta untuk dijilati oleh anjing-anjing peliharaannya. Jilatan enak yang semula adalah inisiatif si anjing supaya dirinya tidak ditendang, kemudian lambat laun berubah trend menjadi ‘tuan’-nya yang minta dijilati. Barangkali karena benar-benar senang dengan rasa enak tersebut akhirnya si tuan menjadi ketagihan. Kemudian terciptalah simbiosis mutualisme antara tuan dan anjing penjilatnya.

Pada masa Orde Baru sebenarnya ada juga anjing-anjing yang tidak pandai menjilat. Biasanya anjing yang tidak pandai menjilat ini lebih suka menyalak atau minimal menggeram dengan memamerkan gigi-gigi tajamnya . Anjing penyalak pastilah tidak akan pernah disukai oleh model tuan yang sangat senang dijilat. Apalagi bila anjing itu menyalak dengan keras. Semakin keras gonggongannya maka ia dianggap semakin membahayakan tuannya. Daripada mencelakakan tuannya, lebih baik anjing-anjing penyalak ini disingkirkan. Beruntung apabila anjing-anjing penyalak yang disingkirkan tersebut masih hidup. Ia akan menjadi anjing liar yang menyalak setiap saat. Akan lebih beruntung bila anjing penyalak ini kemudian bertemu dengan tuan yang baru, yang memang suka anjing penyalak karena suaranya bisa mengingatkan si tuan bila ada bahaya atau sesuatu yang mencurigakan.

Itu jaman dulu. Sekarang sudah berbeda. Tapi mau ngomong apa sih tulisan ini? Nah, ini kelanjutannya sepuluh tahun kemudian (sekarang). Read more »

DIA Mendengarkan (Episode Handuk Pak Sabar)

Posted in Buku Kecil on August 28, 2007 by blankers

Hari belum terlalu malam, ketika dari dalam ruang tidurku terdengar suara ketukan pada pintu depan rumah kami. Sesaat kemudian terdengar langkah kaki ibuku bergegas membukakan pintu. Terdengar seseorang menanyakanku petang itu. Rupanya ibuku mengira aku sudah terlelap dalam tidurku karena sayup-sayup aku mendengar kata tidur terucap oleh beliau. Rupanya istriku pun masih terjaga sehingga mendengar ketukan pintu tadi dan berkata, “Ada yang mencari sampeyan Mas”, bisiknya lirih berusaha agar tidak membangunkan anak kami yang lelap dalam mimpi indahnya.

Aku bangkit dari tempat tidurku yang langsung bersentuhan dengan lantai dan membuka pintu perlahan berupaya menahan suaranya yang menderit. Di ruang tengah aku melihat ibuku yang sudah mulai termakan usia menyaksikan tayangan televisi yang selalu diikutinya tiap malam. “Ada titipan dari Pak RT,” katanya sambil menunjukkan sebuah bungkusan coklat. Read more »

DIA Mendengarkan (Episode Pak Sabar Dalam Bus)

Posted in Buku Kecil on August 28, 2007 by blankers

Belum separuh perjalanan bus antar kota yang saya tumpangi bergerak dari terminal, perlahan-lahan saya mengeluarkan dompet kumal dari saku belakang celana jin yang sudah bolong sedikit di bagian lutut kanan. Kubuka perlahan dompet biruku yang tidak lagi cerah warnanya. Kuhitung beberapa lembar uang yang ada di dalamnya. HAH!!! Seolah tak percaya, aku menghitungnya ulang. Walau jumlahnya tidak banyak tapi cukup membuatku gembira. Tidak mungkin hitunganku salah karena hanya ada beberapa lembar saja. Ya…, ternyata aku masih memiliki sisa dana perjalanan dinas hari itu. Walau sudah kuperkirakan sebelumnya akan terjadi seperti itu, tapi tetap saja hal tersebut membuatku girang.

Kedua mataku terasa sedikit berdenyut karena lelah memeriksa deretan huruf, kata, dan kalimat pada sebuah ‘film’ yang nantinya akan digunakan sebagai cetakan pada berlembar-lembar kertas yang menyusun sebuah buku. Kupejamkan kedua mataku, berharap sanggup mengurangi denyut yang kurasakan. Tetapi yang terjadi kemudian Read more »

Andai Aku Bisa Berbincang Langsung dengan Tuhan

Posted in Buku Kecil on August 15, 2007 by blankers

Pernah suatu hari aku berpikir andai aku bisa berbicara langsung dengan Tuhan. Aku akan menanyakan apa rencanaNya untuk hidupku, istriku dan anakku. Andai bisa bercakap-cakap sembari minum kopi dan sedikit gorengan, ah… alangkah senangnya aku. Seandainya dalam percakapan itu Tuhan memarahiku langsung, aku juga senang. Aku akan tetap menanyakan, “Apa rencanaMu untuk hidupku, istriku, dan anakku Tuhan?” Sesekali anakku akan menggelayut manja di dalam pangkuanNya. Sementara istriku sibuk menyiapkan hidangan sederhana.

Andai aku bisa berbincang dengan Tuhan aku juga akan menanyakan apa yang sebaiknya aku lakukan untuk hidupku, istriku, dan anakku. Ya… supaya tidak salah memberikan sesuatu, terutama untuk istri dan anakku, juga orang tuaku. Wow… betapa senangnya kalau bisa seperti itu.

Andai semua itu bisa benar-benar terwujud kira-kira bagaimana ya…

Kisah Si Rusa Emas

Posted in Cerita Bagus on August 13, 2007 by blankers

Dikisahkan ada seorang raja yang sangat serakah. Supaya diri dan kerajaannya semakin kaya, ia akan berbuat apa saja. Suatu hari ia mendengar, bahwa di hutan nun jauh di sana ada seekor rusa emas. Katanya setiap kali rusa itu menghentakkan kakinya, satu keping emas akan jatuh di depannya. Raja yang serakah itu sangat ingin memiliki rusa emas ajaib itu. Sudah puluhan prajurit beliau kirim untuk menangkap rusa emas itu, tapi selalu tidak berhasil. Karena gagal, ya kepalanya dipancung.

Akhirnya raja memerintahkan panglimanya sendiri untuk menangkap rusa itu. Ia terkenal sangat baik, suka menolong dan murah hati.Selama berbulan-bulan ia berada di hutan, tapi tidak sekalipun melihat rusa ajaib itu. Ia hampir putus asa. Suatu hari, tiba-tiba lewat di depannya seekot rusa yang dikejar oleh tiga orang pemburu dan anjing mereka. Rusa itu dalam keadaan luka parah. Selain gembira karena rusa itu adalah rusa emas yang dicari-carinya, ia juga terkejut, sebab ia berlari kepadanya dan minta disembunyikan dari kejaran tiga orang pemburu dan anjing-anjingnya. “Bantu saya. Sekali kelak saya akan membantumu”, pintanya. Panglima itu langsung memapah si rusa masuk ke sebuah gua di dekatnya. Bahkan ia juga menjaga di mulut gua. Lalu dengan pemburu yang merangsek masuk, Read more »

Misteri Semut

Posted in Cerita Bagus on July 31, 2007 by blankers

Pada suatu hari aku berdiri di samping gundukan rumah semut dan mengamati kegiatan mereka. Setiap semut bergerak terarah. Mereka sangat sibuk. Masing-masing mempunyai tugasnya sendiri, dan tahu apa yang harus dilakukan. Ada yang: menggotong telur, membawa makanan, menjaga rumah, dan seterusnya. Sepertinya ada semacam organisasi pemerintahan semut yang sangat teratur rapi. Bagaimana mereka berkomunikasi? Bagaimana mereka bisa hidup bersama sedemikian teratur? Semua itu mengherankanku. Bagaimanapun juga, untuk dapat mengetahui itu, aku terlebih dahulu harus mengenal semut-semut.

Tuhan ingin mengenal kehidupan manusia di dunia. Oleh karena itu, Ia pun menjadi manusia dalam Yesus, Putra-Nya.

Dari 85 Mutiara Hidup
Oleh Sumantri Hp., SJ
Hlm. 20

Tak Seperti yang Diharapkan

Posted in Buku Kecil on July 24, 2007 by blankers

Jujur saja, kadang aku merasa sudah kehabisan kata entah untuk membuatmu tenang maupun sekadar menghiburmu. Jadi, mungkin dengan membuat tulisan ini, mudah-mudahan bisa sedikit berbeda. Mudah-mudahan juga tidak malah membosankan.

Aku bisa mengerti kekecewaan yang kamu rasakan. Sangking ngertinya, sampai-sampai aku gak tau bagaimana menghiburmu. Oya, tapi barusan, sebelum aku nulis ini ada suatu kebetulan. Begini. Setelah telponnya terputus, aku mau buat kopi buat temen bikin tulisan ini. Aku ke bawah dan nyuci cangkir kopiku yang merah. Aku nyuci sambil mikir kira-kira apa ya yang mau aku tuliskan. Sampai akhirnya aku bikin kopinya. Kebetulan di sampingku ada seorang teman. Tiba-tiba dia menyalakan tombol on/off-nya dispenser. Read more »

Indonesia, Terima Kasih.

Posted in Interest on July 20, 2007 by blankers

Indonesia, Terima Kasih.Apa mau dikata, Indonesia harus mengakui kegagalannya untuk melaju ke putaran kedua Piala Asia 2007. Kecewa? Pasti! Tapi jujur saja, baru kali ini ada rasa bangga yang mendalam untuk bangsaku. Seandainya mungkin, ingin rasanya memberikan standing ovation kepada timnas hingga seluruhnya masuk ke ruang ganti pemain. Paling tidak bloging pertamaku disini aku dedikasikan untuk timnas Indonesia 2007.

Indonesia vs Bahrain
Awalnya hanya sekedar ingin menonton penampilan timnas di Piala Asia 2007. Tidak banyak harapan saat itu. Read more »

Hello world!

Posted in Uncategorized on June 14, 2007 by blankers

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!